Kegiatan

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMK Kesehatan Wonosari Gelar Workshop Pengembangan SMK dan Teaching Factory (TeFa) Bersama Dinas Dikpora DIY

Andar Nurjanto 3 menit baca

Dr. Wiwik Indriyani memberikan materi dalam Workshop Pengembangan SMK di SMK Kesehatan Wonosari

SMK Kesehatan Wonosari sukses menggelar workshop pengembangan SMK dan TeFa bersama Kabid Pembinaan SMK Disdikpora DIY untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak lulusan yang siap kerja di tingkat nasional maupun internasional, termasuk ke Jepang.

Wonosari, Gunungkidul — Dalam rangka memperkuat mutu pendidikan vokasi dan menjawab tantangan dunia kerja modern, SMK Kesehatan Wonosari (SMK Keswari) sukses menyelenggarakan acara Workshop Pengembangan SMK dan Pengembangan Teaching Factory (TeFa).

Kegiatan yang sarat akan wawasan strategis ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Gedung 1 SMK Kesehatan Wonosari, Piyaman, mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan civitas akademika yang antusias, meliputi Ketua Yayasan Pendidikan Gunungkidul, Komite SMK Kesehatan Wonosari, Kepala Sekolah, serta seluruh Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMK Kesehatan Wonosari.

Hadirkan Narasumber Ahli: Menggali Insight Baru Standar Industri

Workshop kali ini terasa sangat istimewa karena menghadirkan narasumber hebat yang langsung membidangi kemajuan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY.

Kehadiran beliau bertujuan memberikan insight (wawasan) baru bagi seluruh elemen sekolah dalam upaya mengembangkan mutu SMK agar selaras dan merujuk langsung pada standar industri saat ini.

Poin-Poin Strategis Demi Masa Depan Siswa

Dalam pemaparannya, Dr. Wiwik Indriyani mengupas tuntas berbagai aspek penting yang menjadi fondasi kemajuan sekolah kejuruan di era saat ini. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Keselarasan Kurikulum dengan Industri: Kurikulum sekolah harus adaptif dan dinamis, memastikan apa yang dipelajari siswa di kelas relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terkini.

  • Strategi Penguatan Teaching Factory (TeFa): Mengoptimalkan konsep pembelajaran berbasis produksi/jasa yang nyata sehingga suasana sekolah menyerupai lingkungan kerja profesional sesungguhnya.

  • Peningkatan Kompetensi Guru: Guru sebagai garda terdepan pendidikan harus terus ditingkatkan keterampilannya agar mampu mentransfer ilmu berbasis teknologi dan standar industri modern kepada siswa.

  • Persiapan Lulusan Siap Kerja & Wirausaha: Membekali siswa dengan mental kerja yang tangguh, keterampilan mumpuni, serta jiwa wirausaha (entrepreneurship) mandiri.

  • Peluang Global (Go International): Membuka wawasan seluas-luasnya mengenai persiapan lulusan agar tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar untuk bekerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang.

Komitmen Bersama untuk Melahirkan Lulusan Unggul

Melalui workshop ini, seluruh peserta yang terdiri dari unsur yayasan, komite, manajemen sekolah, hingga staf pengajar, sepakat untuk terus bersinergi membawa SMK Kesehatan Wonosari menjadi institusi pendidikan kesehatan yang terdepan di Gunungkidul dan kancah nasional.

Saksikan Keseruannya di Instagram Kami!

Bagi Anda yang ingin melihat keseruan dan kilas balik suasana acara workshop kemarin, Anda dapat langsung menyaksikan video dokumentasinya yang telah diunggah di akun Instagram resmi sekolah. Jangan lupa untuk like, comment, dan follow akun kami untuk update kegiatan menarik lainnya!

#SMKKesehatanWonosari #SMKKeswari #WorkshopSMK #TeachingFactory #DisdikporaDIY #PendidikanVokasi #SiapKerjaKeJepang #Gunungkidul